CALIFORNIA - Kepala badan antariksa Amerika Serikat NASA, Charles Bolden mengungkapkan bagaimana pihaknya dapat menangani asteroid besar yang kabarnya akan menghampiri Bumi. Batu luar angkasa ini kini diprediksi sedang menuju tepat di atas langit New York City.
Dalam kondisi demikian, Charles mengungkap bahwa semua pihak harus berdoa. Selain itu, pihaknya berharap agar dapat terhindar dari hal-hal yang tidak dinginkan akibat kemungkinan ancaman asteroidtersebut.
Dilansir Reuters, Rabu (20/3/2013), Bolden mengatakan, ini adalah tentang semua Amerika Serikat atau siapapun dalam hal ini, yang bisa melakukan sesuatu tentang asteroid yang kini dikabarkan berada dalam jalurnya dengan Bumi. Bolden mengungkap hal ini kepada anggota parlemen di House of Representatives Science Committee Amerika Serikat pada Selasa (19/3).
Peristiwa mendaratnya benda luar angkasa atau meteor pernah terjadi beberapa waktu lalu di Rusia. Meteor ini diestimasi memiliki ukuran diameter 55 kaki (17 meter) yang menimbulkan korban luka-luka hingga 1.500 penduduk akibat gelombang kejut yang memecahkan kaca serta merusak bangunan.
Peristiwa ini, menurutnya adalah bukti bahwa manusia hidup dalam sistem tata surya aktif dengan benda-benda yang berpotensi berbahaya. Eddie Bernice Johnson dari Texas Democrat mengungkapkan, asteroid-asteroid ini telah menghampiri Bumi dengan frekuensi mengejutkan.
"Kami sangat beruntung bahwa peristiwa bulan lalu itu hanya suatu kebetulan sederhana ketimbang bencana," kata Committee Chairman Lamar Smith. NASA menemukan dan menelusuri sekira 95 persen dari objek luar angkasa yang mendekati Bumi.
Dari sekian asteroid yang terdeteksi, asteroid terbesar memiliki lebar diameter 1 kilometer. "Sebuah asteroid sebesar itu, satu kilometer atau lebih besar, adalah masuk akal untuk dapat mengakhiri peradaban," tutur John Holdren, Science Advisor Gedung Putih.
![Foto: [Share untuk kesehatan keluarga kita]
EFEK KESEHATAN AKIBAT RADIASI TELEPON GENGGAM!!
Telepon genggam saat ini sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari hidup kita. Mulai dari anak sekolah dasar hingga orang dewasa, tak lepas dari telepon genggam. Anda mungkin tak asing dengan istilah radiasi telepon genggam. Lantas, benarkah telepon genggam bisa membahayakan?
Radiasi telepon genggam bisa menimbulkan dua macam efek pada tubuh, seperti dilansir oleh Health Me Up (17/03).
1. Efek thermal
Efek ini berkaitan dengan panas yang dihasilkan oleh telepon genggam dan dihantarkan pada tubuh. Panas dari telepon genggam dihasilkan oleh gelombang elektromagnetik. Ketika seseorang menggunakan telepon genggam, kebanyakan mereka akan merasakan efek panas ini pada permukaan kulit mereka.
Meski begitu, tingkat panas yang dihasilkan oleh telepon genggam masih berada di bawah matahari. Sehingga ini tak akan mempengaruhi sirkulasi darah pada tubuh yang menuju otak. Namun harus diwaspadai terhadap efek panas tersebut pada mata, karena mata tak terbiasa dengan suhu yang panas.
2. Efek non-thermal
Berdasarkan penelitian yang diterbitkan oleh The Journal of the American Medical Association, paparan sinyal radio yang terlalu sering pada otak bisa menyebabkan peningkatan metabolisme glukosa. Efek non-thermal juga bisa menyebabkan beberapa masalah berikut ini:
- Penyumbatan aliran darah ke otak
- Kanker
- Efek kognitif
- Hipersensitif terhadap elektromagnetik seperti sensasi kesemutan pada kulit kepala, sakit kepala, pusing, atau kesulitan berkonsentrasi.
- Kelainan tidur
- Masalah perilaku
Untuk mengurangi efek radiasi telepon genggam pada tubuh dan kesehatan, sebaiknya lakukan beberapa langkah berikut ini.
1. Ambil jarak
Kebanyakan merek telepon genggam menuliskan rekomendasi jarak antara pemilik dengan telepon genggam, misalkan 10 milimeter dari tubuh. Belajarlah untuk tak terlalu dekat dengan telepon genggam. Mungkin ini sulit, namun bukan berarti tak mungkin dilakukan.
2. Hindari sinyal lemah
Telepon genggam mengeluarkan radiasi frekuensi paling tinggi ketika sinyal lemah. Ini berarti Anda harus menghindari menggunakan telepon genggam ketika sinyal lemah untuk menghindari efek yang tak diinginkan.
3. Gunakan hands-free
Sesekali gunakan hands-free ketika menelepon. Ini akan mengurangi radiasi telepon genggam pada otak karena Anda tak langsung menempelkannya pada kepala. Anda juga bisa menggunakan speaker, menelepon sambil menjaga jarak dengan telepon genggam Anda.
4. Ganti telinga
Jangan terlalu lama menelepon dengan satu telinga. Gunakan telepon genggam bergantian antara telinga kanan dan kiri. Ini akan mengurangi paparan radiasi gelombang magnetik dan panas yang dihantarkan oleh telepon genggam.
Itulah beberapa efek radiasi dan cara untuk menguranginya. Mulai sekarang jangan biasakan terlalu bergantung pada telepon genggam.
sumber: merdeka.com](https://fbcdn-sphotos-b-a.akamaihd.net/hphotos-ak-ash3/p480x480/601439_547153348640243_2062560168_n.jpg)






