Pada jumlah tertentu stres bisa memberikan manfaat bagi tubuh. Tapi
jika terjadi secara kontinyu dan jangka panjang, maka ada bahaya yang
mengintai. Ini dia 9 efek mengerikan dari stres.
Terus menerus
merasa berada di bawah tekanan, cemas, tidak berdaya bisa membuat
seseorang merasa letih dan berujung pada efek yang bisa membahayakan
tubuh dan juga kesehatan seseorang.
Berikut ini efek stres yang terbilang mengerikan dan menakutkan, seperti dikutip dari
(Foto: Thinkstock)
Dalam studi yang dilakukan Wake Forest University dengan
menggunakan hewan percobaan menunjukkan stres dapat membantu sel-sel
kanker bertahan terhadap obat anti-kanker. Hasil ini dipublikasikan
dalam
Journal of Clinical Investigation.
Ketika
mengalami stres, obat anti-kanker yang diberikan jadi kurang efektif
dalam membunuh sel-sel kanker, dan sel ini tetap bisa bertahan hidup.
Untuk itu manajemen stres penting bagi pasien kanker untuk meningkatkan
hasil pengobatan.
2. Otak jadi menyusut
(Foto: Thinkstock)
Studi baru dari Yale University menunjukkan stres seperti akibat kerjaan
atau perceraian benar-benar bisa mengecilkan otak dengan mengurangi
materi abu-abu di daerah yang terkait dengan emosi dan fungsi
fisiologis.
Para peneliti memperingatkan hasil studi ini penting
karena perubahan pada daerah abu-abu di otak dapat menjadi sinyal
masalah kejiwaan di masa depan.
3. Anak mengalami penuaan dini
(Foto: Thinkstock)
Tekanan ekstrem yang dialami anak misalnya akibat kekerasan sejak
dini bisa menyebabkan sel-sel di tubuhnya mengalami penuaan dini.
Hasil studi yang diterbitkan dalam jurnal
Molecular Psychiatry menunjukkan
anak yang terintimidasi dan menjadi saksi atau korban kekerasan saat
kecil memiliki telomere yang lebih pendek. Telomere pendek menjadi tanda
terjadinya penuaan yang lebih cepat.
4. Efek stres bisa diturunkan ke generasi berikutnya
(Foto: Thinkstock)
Efek stres yang ada dalam gen seseorang bisa diwariskan dari
generasi ke generasi, jadi tidak hanya berdampak pada orang itu sendiri
tapi juga keturunannya. Sebelumnya efek gen ini dianggap terhapus pada
generasi sebelumnya, tapi ternyata tidak, karena bisa menurun ke
generasi berikutnya.
5. Memicu gejala depresi
(Foto: Thinkstock)
Penelitian dari U.S. National Institute on Mental Health
menunjukkan stres berperan dalam perkembangan depresi dan mempengaruhi
perilaku, seperti mudah menyerah dan merasa sedih setiap waktu. Jika
sudah terjadi depresi, maka perlu bantuan dokter dalam menanganinya.
6. Meningkatkan risiko penyakit kronis
(Foto: Thinkstock)
Dalam jurnal Annals of Behavioral Medicine peneliti
mengungkapkan orang yang lebih tertekan dan cemas mengenai tekanan
kehidupan sehari-hari cenderung lebih berisiko memiliki kondisi
kesehatan kronis (gangguan jantung atau arthritis) dalam waktu 10 tahun
mendatang, dibanding dengan orang yang menjalani hidup lebih santai.
7. Risiko stroke meningkat
(Foto: Thinkstock)
Studi yang dipublikasikan dalam Journal of Neurology, Neurosurgery and Psychiatry
mendapatkan orang yang stres lebih mungkin memiliki risiko stroke lebih
tinggi. Orang yang sering stres dan memiliki tipe perilaku A (sering
merasa tegang, tidak sabaran dan agresif) berhubungan dengan risiko
tinggi stroke, dan hubungan ini tidak berdasarkan jenis kelamin.
8. Membahayakan kesehatan jantung
(Foto: Thinkstock)
Merasa cemas dan stres dihubungkan dengan risiko 27 persen lebih
tinggi terkena serangan jantung. Stres ini tidak hanya tingkatkan risiko
serangan jantung, tapi juga mempengaruhi seberapa baik seseorang bisa
bertahan setelah kena serangan jantung.
Jika seseorang stres maka
risikonya 42 persen lebih tinggi untuk meninggal dalam waktu 2 tahun
setelah dirawat akibat serangan jantung. Untuk itu apapun yang dilakukan
agar bisa mengurangi stres dapat meningkatkan kesehatan jantung di masa
depan.
9. Pilek makin memburuk
(Foto: Thinkstock)
Stres memiliki dampak bagi sistem kekebalan tubuh yang membuat
pilek jadi makin memburuk. Ini karena ketika seseorang stres, tubuh
memproduksi hormon kortisol lebih banyak yang justru menjadi bencana
bagi proses inflamasi di tubuh.
Ketika stres maka sistem
kekebalan tubuh menurun, pada saat yang sama terkena tubuh terkena virus
yang memicu respons inflamasi. tapi sayangnya tubuh tidak memiliki
mekanisme yang cukup untuk melawan sehingga terkena flu, pilek atau
memperburuk kondisi.
sumber : http://health.detik.com/read/2013/02/05/152425/2161718/763/1/ketahuilah-ini-9-efek-mengerikan-dari-stres#bigpic